Mala Maha Kumbha Mela

; Tragedi 29/01/2025


Sungguh lengan-lengan airmu adalah situs yang mengundang noktah-noktah dan segala yang penuh dosa limbah mendekat. Saat Kumbha Mela tiba dalam panggul surya, dan dari stasiun dan jalan-jalan, kalpwasis datang dengan doa harap seterang dian dalam pantul tetes amrita, kau tahu bahwa tidak akan ada yang benar-benar bisa terbebas dari kutuk Durwasa Muni yang jeri.  


Para kalpwasis itu, kaum suci yang ingin mengupas bayang-bayang duniawi lewat lindap tanganmu, tak pernah tahu bahwa tubuhmu yang sekian tahun dikhianati manusia, dibaluri berton sampah dan serapah, tak akan mengubah nasib mereka menjadi lebih baik daripada para brahmana dan petapa paling kencana.


Dalam rahimmu yang legam wahai Triveni Sangam, tidak ada berkat dari tiga sungai nirmala; Gangga, Yamuna, dan Saraswati. Tidak ada berkat, dan tak bakal ada, entah sampai gugur purnama ke berapa. Sebab, segala berkat telah dikerahkan untuk menyembuhkan tubuhmu yang kronis diamuk gagal ginjal akibat ribuan limbah tak henti bersemayam dalam alirmu yang kian temaram.


Dan pada hari Mauni Amavasya yang penuh degup doa, kau pun biarkan para kalpwasis dan manusia berduyun memasukimu, berendam dalam cairanmu yang legam dendam. Lalu sekali lagi seperti ingatan ribuan tahun yang terkubur dalam sedimen tubuhmu, kau tunjukkan bagaimana pertempuran dua belas hari dua belas malam terjadi seperti dalam riwayat Samudramantana dan Wisnu Purana, ketika para dewa dan asura berkelahi dan meninggalkan gumpal-gumpal bangkai. Sekali lagi dan sekali lagi setelah ribuan hari, lengan-lengan cairmu kembali menyaksikan puluhan nyawa melayang, jauh terbang. 


Sumenep, 2025


Note:

  • Puisi ini adalah Juara 2 lomba puisi nasional tingkat umum 2025 yang diadakan Kretaba.id
  • Puisi ini berkaitan dengan tragedi Kumbha Mela pada tanggal 29 Januari 2025. Tragedi itu terjadi di Triveni Sangam, pertemuan tiga sungai suci Hindu; Gangga, Yamuna, dan Saraswati. Referensi: https://narasi.tv/read/narasi-daily/30-orang-tewas-mengapa-perayaan-keagamaan-hindu-di-india-memakan-korban
  • Referensi tentang tradisi Maha Kumbha Mela: https://id.wikipedia.org/wiki/Kumbha_Mela
  • Referensi tentang amrita: https://nationalgeographic.grid.id/read/133884932/amrita-ramuan-yang-membuat-dewa-mitologi-hindu-kuat-dan-abadi?page=all
Fathurrozi Nuril Furqon

Fathurrozi Nuril Furqon

GURU FORMAL

Writer and contributor at our platform. Passionate about sharing knowledge and insights with our readers.